Beberapa Penyebab yang Memicu Terjadinya Osteoporosis

Tulang Anda berkembang dan terus bertumbuh dan tidak statis, seperti Anda melihat mereka yang tergambar di buku. Tulang terus berubah sepanjang hidup Anda, dengan beberapa sel tulang melarut dan sel-sel tulang baru tumbuh kembali dalam proses yang disebut remodelling. Dengan perputaran sel tulang seumur hidup ini, Anda mengganti sebagian besar tulang Anda setiap 10 tahun.

Tetapi bagi penderita osteoporosis, pengeroposan tulang melebihi pertumbuhan tulang baru. Tulang menjadi keropos, rapuh, dan rentan patah. Lihatlah X-ray dari pinggul dengan kepadatan tulang yang normal, dan Anda melihat matriks padat sel-sel tulang. Tetapi lihatlah pinggul dengan osteoporosis, maka Anda akan melihat sebagian besar hanya udara. Matriks tulang semuanya telah larut, dengan hanya beberapa helai tipis yang tersisa.

Sebanyak 10 juta orang Amerika menderita osteoporosis dan 34 juta lebih memiliki massa tulang yang rendah, yang disebut osteopenia seperti yang dikatakan National Osteoporosis Foundation.

Osteoporosis: Kepadatan tulang terbesar terjadi di awal 20 tahunan. Tapi seiring bertambahnya usia, Anda bisa kehilangan massa tulang karena berbagai faktor. Osteoporosis atau tanda peringatan awal, osteopenia, menandakan ketidakseimbangan dalam proses remodeling, dimana erlalu banyak tulang yang dipecah, dan terlalu sedikit tulang baru yang dibangun kembali.

Anda mungkin tahu bahwa Anda membutuhkan kalsium untuk membangun tulang yang kuat, tetapi diet rendah kalsium bukanlah satu-satunya penyebab. Ada penyebab osteoporosis yang kurang diketahui. Para ahli sekarang percaya bahwa kombinasi penyebab sering menjadi penyebab tulang keropos.

Penyebab Osteoporosis

  • Estrogen Rendah pada Wanita

Apa penyebab paling umum osteoporosis? Hilangnya massa tulang akan terjadi lebih cepat setelah menopause, ketika wanita yang lebih tua memiliki penurunan estrogen yang cepat. Seiring waktu, risiko osteoporosis dan fraktur meningkat seiring wanita yang lebih tua kehilangan lebih banyak tulang daripada tulang penggantinya. Wanita yang lebih muda yang berhenti menstruasi seperti atlet kurus atau anak perempuan dengan anoreksia juga memiliki kepadatan tulang yang rendah menurut laporan terbaru Surgeon General dalam “Bone Health and Osteoporosis.”

Setelah kedua indung telur diangkat atau yang disebut ooforektomi bilateral akan dapat menyebabkan osteoporosis dan kepadatan tulang yang rendah. Dalam satu penelitian, operasi ini menyebabkan peningkatan 54% patah tulang pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan pada wanita pascamenopause.

  • Testosteron Rendah pada Pria

Pria membutuhkan testosteron dan estrogen untuk kesehatan tulang. Itu karena pria mengubah testosteron menjadi estrogen pengawet tulang.

  • Ketidakseimbangan Hormon Lainnya

Beberapa hormon lain berperan dalam mengatur kepadatan tulang Anda, termasuk hormon paratiroid dan hormon pertumbuhan. Mereka membantu mengatur seberapa baik tulang Anda menggunakan kalsium dan mengetahui kapan harus membangun dan memecah tulang.

Tetapi terlalu banyak hormon paratiroid, yang disebut hyperparathyroidism, menyebabkan hilangnya kalsium dalam urin yang akan mengorbankan tulang. Kekurangan kalsium juga akan membuat tulang lebih lemah dan seiring bertambahnya usia, tubuh Anda memproduksi lebih sedikit hormon pertumbuhan yang Anda butuhkan untuk membangun tulang yang kuat.

  • Kekurangan Kalsium

Tanpa kalsium, Anda tidak dapat membangun kembali tulang baru selama proses remodeling tulang seumur hidup. Tulang adalah reservoir untuk dua mineral yakni kalsium dan fosfor. Anda membutuhkan tingkat kalsium yang konstan dalam darah karena banyak ada banyak organ yang membutuhkan, terutama jantung, otot, dan saraf yang bergantung pada kalsium. Ketika organ-organ ini menuntut kalsium, mereka akan mencurinya dari gudang mineral di tulang Anda. Seiring waktu, ketika Anda menghabiskan cadangan mineral di tulang Anda yang akan membuat tulang menjadi tipis dan rapuh.

Madu untuk menjaga kepadatan tulang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *