Cara dan Tips yang Baik Untuk Mengkonsumsi Madu

Seperti yang kita ketahui, madu memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan karena kaya nutrisi. Kendati demikian, madu belum tentu bisa dikonsumsi untuk semua orang dan juga dikonsumsi secara tidak bijak sesuai dengan keinginan Anda. Ada waktu terbaik bagi Anda untuk mengonsumsi madu.

Tips mengonsumsi madu

Madu sangat baik untuk orang tua dan anak-anak karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini juga cocok untuk orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau bagi orang yang menderita asma. Tetapi bayi tidak diizinkan untuk mengonsumsi madu. Dalam proses pembuatan madu, penyimpanan dan transportasi agak mudah untuk dicemari oleh racun botulinum. Seperti yang kita tahu, bayi memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan juga rentan terhadap detoksifikasi, maka dari itu bakteri akan dengan cepat menyerang usus dan menghasilkan racun yang dapat menyebabkan keracunan makanan yang parah.

Jika Anda memberikan madu pada bayi dan bayi tersebut mengalami keracunan, maka besar kemungkinan bayi tersebut akan menjadi cacat. Apalagi bayi-bayi yang berusia di bawah enam bulan jauh lebih mudah terinfeksi. Akibatnya, dokter menyarankan bayi untuk tidak memiliki madu atau produk yang relevan sebelum mereka berumur satu tahun. Selain itu, penderita diabetes juga tidak diperbolehkan mengonsumsi madu.

Adapun orang-orang yang disarankan untuk mengonsumsi madu adalah mereka harus memilih waktu yang terbaik. Apabila Anda tinggal di luar negeri sepanjang tahun, maka musim gugur adalah musim yang paling tepat untuk memilikinya dan waktu di pagi  hari adalah aktu yang terbaik untuk mengonsumsi madu dalam sehari. Anda disarankan untuk minum 25 gram hingga 50 gram madu dengan air hangat setiap waktu.

Selama sarapan, mengoleskan madu pada roti Anda atau menambahkan madu ke dalam susu. Jika Anda ingin memiliki madu di antara waktu makan, Anda harus memakannya sekitar satu jam sebelum makan atau dua hingga tiga jam setelah makan. Untuk atlet dan pekerja manual, madu sangat membantu untuk menaikkan gula darah dan menghilangkan rasa lelah. Mereka dapat mengonsumsinya sebelum atau sesudah olahraga dan bekerja. Normalnya, Anda bisa mengonsumsi 50 gram hingga 100 gram madu dan itu sudah sangat cukup.

Madu segar bisa langsung dimakan atau Anda bisa menambahkan sebagian madu tersebut ke air hangat. Anda harus ingat bahwa air matang atau air dengan suhu tinggi tidak disarankan. Itu karena suhu tinggi akan menghancurkan enzim. Suhu air terbaik hanya berkisar antara 40 derajat hingga 60 derajat. Selain itu, madu tidak boleh dimasukkan ke dalam wadah logam.

Madu juga tidak boleh dimakan bersama dengan jenis makanan tertentu. Yang pertama adalah daun bawang. Daun bawang kaya akan vitamin C dan vitamin D, yang akan segera rusak ketika mereka bertemu mineral seperti besi dan tembaga yang ada di dalam madu. Yang kedua adalah tofu. Apabila Anda mengonsumsi tofu dengan madu maka akan menyebabkan diare. Hal itu terjadi enzim dalam madu tidak akan berfungsi dengan baik ketika mereka bertemu mineral, asam organik dan protein di tofu.

Mengonsumsi madu di pagi dan malam hari

Tubuh kita selalu menginginkan energi untuk terus berjalan dan waktu pagi adalah waktu terbaik untuk mengonsumsi madu karena madu membantu meningkatkan tingkat energi. Oleh karena itu dengan mengonsumsi madu di pagi hari bisa membuat Anda lebih bersemangat dan memiliki semangat penuh sepanjang hari. Selain di pagi hari, madu juga baik dikonsumsi pada waktu malam hari, ketika setengah hari telah dilalui, dan energi Anda mungkin telah menurun sehingga membuat Anda menjadi sangat kelelahan maka dengan mengonsumsi madu dapat sekali lagi merevitalisasi individu sepenuhnya. Kedua waktu ini dianggap sebagai waktu yang sempurna.

Madu adalah Cairan Manis yang Menyehatkan

Madu adalah cairan manis yang dibuat oleh lebah menggunakan nektar dari bunga. Dilihat dari warnanya, madu berwarna kuning emas memiliki harga eceran yang lebih tinggi daripada madu dengan warna yang lebih gelap.

Madu mentah diambil dari sarang dan langsung dimasukan ke dalam, dengan demikian madu akan mengandung sejumlah ragi, lilin, dan tepung sari. Mengkonsumsi madu mentah lokal diyakini dapat membantu menyembuhkan alergi musiman, karena paparan berulang pada serbuk sari di daerah tersebut. Sementara itu, madu pasteurisasi merupakan madu yang telah dipanaskan dan diproses untuk menghilangkan kotoran.

Madu memiliki kadar monosakarida, fruktosa, dan glukosa yang tinggi, dan mengandung sekitar 70 hingga 80 persen gula, sehingga rasanya akan sangat manis. Madu juga memiliki sifat antiseptik dan antibakteri. Ilmu kedokteran modern telah berhasil menemukan kegunaan madu dalam menyembuhkan luka kronis dan memerangi infeksi.

Beberapa fakta tentang madu

  • Madu bisa digunakan untuk mengobati luka luka dan sebagai obat antibakteri.
  • Madu telah digunakan dalam obat selama lebih dari 5.000 tahun
  • Madu dapat menggantikan gula dalam makanan dan memberikan pilihan yang lebih sehat. Namun, mereka juga dapat menambahkan kelembapan dan kelebihan kelembaban ke piring.
  • Jangan berikan madu untuk anak di bawah 12 bulan.

Manfaat Madu

Ilmu pengetahuan modern telah menemukan banyak bukti mengenai manfaat dari madu, lalu apa sajakah manfaat dari madu? Berikut ini ulasannya!

  • Menyembuhkan luka dan luka bakar

Madu telah dikonsumsi selama ribuan tahun dan memiliki banyak manfaat untuk bidang kesehatan. Ada beberapa kasus di mana orang telah melaporkan efek positif menggunakan madu dalam mengobati luka. Sebuah tinjauan yang diterbitkan di The Cochrane Library menunjukkan bahwa madu mungkin dapat membantu menyembuhkan luka bakar. Penulis utama studi ini mengatakan bahwa “madu topikal lebih murah daripada jenis madu lain, madu juga lebih efektif digunakan sebagai antibiotik oral, daripada obat lainnya yang sering digunakan dan mungkin memiliki efek samping lain yang dapat merusak.”

Namun, tidak cukup bukti yang bisa ditunjukan untuk mendukung klaim tersebut. Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet Infectious Diseases menyimpulkan bahwa menerapkan madu kelas medis ke luka pasien tidak memiliki keuntungan dibandingkan antibiotik normal di antara pasien yang menjalani dialisis. Selain itu, madu tidak boleh diberikan pada bayi  yang baru lahir karena dapat menyebabkan botulisme, dimana botulisme merupakan sebuah keracunan makanan yang langka namun berat.

  • Mengurangi durasi diare

Menurut ulasan berdasarkan penelitian tentang madu, telah terbukti bahwa madu dapat mengurangi keparahan dan durasi diare. Madu juga meningkatkan asupan kalium dan air yang sangat membantu ketika mengalami diare. Penelitian yang berlangsung di Lagos, Nigeria menunjukkan bahwa madu juga telah menunjukkan kemampuan untuk memblokir tindakan patogen yang umumnya menyebabkan diare.

  • Mencegah refluks asam

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa madu dapat mengurangi aliran asam lambung dan makanan yang tidak tercerna dengan melapisi esofagus dan lambung. Ini telah membantu mengurangi risiko penyakit gastroesophageal reflux (GERD). GERD dapat menyebabkan peradangan, refluks asam, dan nyeri ulu hati.

  • Memerangi infeksi

Tahun 2010, para ilmuwan dari Pusat Medis Akademik di Universitas Amsterdam melaporkan dalam FASEB Journal bahwa kemampuan madu untuk membunuh bakteri terletak pada protein yang disebut defensin-1. Studi yang lebih baru dalam European Journal of Clinical Microbiology & Infectious Diseases menunjukkan bahwa jenis madu tertentu, yang disebut madu Manuka, dapat membantu mencegah bakteri Clostridium difficile dari menetap di tubuh. C. difficile dikenal karena menyebabkan diare dan penyakit yang parah.