Meniran adalah Tumbuhan Liar yang Bermanfaat

Meniran atau memiliki nama latin Phyllanthus niruri L. merupakan tumbuhan yang sering tumbuh liar di banyak tempat. Tapi tanaman obat yang populer ini biasa tumbuh di tempat yang lembab dan berbatu. Meniran merupakan tanaman yang memiliki tinggi sekitar 30 – 50 cm dan dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini memiliki banyak cabang, rantingnya memiliki daun tunggal atau daun berbentuk telur bulat memanjang dengan ujung yang tumpul. Meniran merupakan tanaman herba yang tumbuh musiman.

Meniran sangat mudah ditemukan di sekitar kita, karena tumbuhan ini hampir tumbuh secara merata di hampir semua daerah yang ada di Indonesia. Meniran umumnya tidak dibudidayakan secara komersial sebagai tanaman obat. Meniran sering dianggap gulma yang tumbuh liar di tempat yang basah, berbatu, dan berpasir. Selain di Indonesia, tanaman ini juga dapat Anda temukan diĀ  India, Malaysia, Filipina, Australia dan China.

Meniran merupakan tanaman obat yang mengandung berbagai zat kimia dan bermanfaat bagi kesehatan. Adapun kandungan kimia yang terdapat di meniran antara lain filantin, hipofilantin, potasium, damar, dan tanin. Zat filantin dan hipopilantin berguna untuk melindungi sel hati dari ancaman zat beracun. Selain itu tanaman obat meniran juga berfungsi sebagai obat diuretik dan juga penurun demam.

Tidak hanya itu, meniran menjadi populer karena manfaat yang dimilikinya sebagai tanaman yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Meniran telah terbukti melalui uji klinis, sehingga cukup aman untuk dikonsumsi dengan dosis yang dianjurkan. Sistem kekebalan tubuh, yang sangat dibutuhkan dalam pengobatan terapi kanker, sehingga Meniran, memiliki peran yang sangat dibutuhkan dalam sel kekebalan tubuh menyerang kanker. Sistem kekebalan tubuh, yang sangat dibutuhkan dalam pengobatan terapi kanker, sehingga Meniran, memiliki peran yang sangat dibutuhkan dalam sel kekebalan tubuh menyerang kanker.

Manfaat farmakologis dari tumbuhan obat meniran sangat banyak, di antaranya yaitu dapat mengobati edema perut (asites), protein dalam urine yang disebabkan oleh peradangan ginjal, infeksi dan batu saluran kemih, gonorrhea, diare, radang usus (enteritis), radang mata merah (konjungtivitis) ), peradangan hati (hepatitis), penyakit kuning (jaundice), sariawan, rabun senja. Selain dapat mengobati berbagai penyakit yang telah disebutkan, tanaman obat meniran juga sering digunakan untuk menambah nafsu makan pada anak yang berat badannya kurang. Dalam penggunaannya, semua bagian tanaman obat dapat digunakan sebagai obat meniran. Tanaman obat dapat digunakan saat masih segar atau kering.

 

Cara mengonsumsi meniran

Siapkan ramuan Meniran 50 gr, 30 gr Paniculata, Temu putih 20 gr, 20 gr daun mangga, dan 30gr Rosella kering. Cuci semua bahan tersebut lalu rebus dengan air 600 ml air hingga mendidih, rebut hingga tersisa setengah gelas air dan biarkan dingin. Minum tiga kali sehari sebanyak setengah gelas. Tambahkan satu sendok makan madu murni, atau gula merah secukupnya untuk mengurangi rasa pahitnya.

Selain karakter daun itu sendiri, Anda juga bisa mengidentifikasi sisi lain dari tanaman meniran. Misalnya bagian bunganya. Tanaman ini memiliki bunga yang terletak di ketiak daun. Bagian daun dari tanaman meniran dapat digunakan untuk mengatasi nyeri. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan di Brazil memaparkan bahwa meniran bisa digunakan untuk mengatasi rasa sakit. Namun penelitian tersebut masih diujikan pada hewan tikus. Tidak hanya daunnya, berbagai bagian dari tumbuhan meniran juga memiliki khasiat. Maka dari itu, tidak salah jika menyebut tumbuhan ini sebagai tumbuhan obat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *